Globalsulut, Bitung. Setelah menyambangi dua tempat titik aksi (Kantor Mapolresta Bitung dan Kantor PLN Rayon Bitung), rombongan pengunjuk rassa yang tergabung dari Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (K-SBSI) wilayah Bitung Selasa (12/8) massa bergerak ke Kantor Pemerintah Kota Bitung. Meski dalam keadaan hujan sehingga semua peserta aksi harus basah suasana terasa panas karena orator mulai kesal sikap Pemkot Bitung yang cuek, orasipun dilanjutkan dengan membongkar sejumlah kasus korupsi.
"Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati" (Yakobus 2:26). Web/blog ini saya persembahkan buat anak, cucu, cicitku nanti. Semoga dapat bermanfaat bagi keluargaku dan masyarakat. Tuhan beserta dengan kita.
Showing posts with label korupsi. Show all posts
Showing posts with label korupsi. Show all posts
Monday, August 18, 2014
Saturday, August 24, 2013
Dugaan Korupsi, Pejabat Pemkot Bitung & Anggota DPRD Diperiksa
BITUNG – Puluhan pejabat aktif dan pensiunan di jajaran Pemkot Bitung serta sejumlah anggota DPRD, menjalani pemeriksaan di Polres Bitung, Kota Bitung, Sulawesi Utara. Mereka diperiksa terkait dugaan korupsi penjualan tanah negara. Kamis, 20 Desember 2012 10:41 wib
Label:
Berty Lumempouw,
bitung,
Hanny Sondakh,
korupsi,
Maxmilian Jonas Lomban,
penipuan,
Polres,
rocky oroh,
Sulawesi Utara,
Wakil Wali Kota Bitung,
Wali Kota Bitung,
Yohan Kuhu
Thursday, August 22, 2013
Dugaan Korupsi Bansos Bitung 2010 Merebak, Oroh Bantah Terima Rp 40 Juta
Bitung - Dugaan korupsi di Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung selama dipimpin Walikota Hanny Sondakh, satu persatu mencuat kepermukaan. Setelah dilaporkan beberapa dugaan korupsi seperti dugaan korupsi pengadaan tanah eks Hak Guna Usaha (HGU) pada proyek Kantor Pengawasan DKP Kota Bitung yang merugikan negara Rp 3,5 Miliar tahun 2007, dugaan mark-up Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pengadaan lahan pasar Sagerat senilai Rp3 Miliar tahun 2007, dugaan korupsi bantuan peralatan Sawmill terminal kayu bantuan dari Kementerian Perindustrian senilai Rp 8 Miliar tahun 2007, dugaan penyimpangan dalam penataan dana Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) yang diduga fiktif senilai Rp 6 Miliar tahun 2006 hingga 2007, serta dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) tahun 2008 dan tahun 2010.
Subscribe to:
Posts (Atom)


